Yang Muda Yang ‘Berkuasa’!

Tanggal 2 Juli lalu, saya bersama teman-teman satu team (Maxima Plus Training Center) dipercaya oleh Badan Narkotika Kabupaten Batang untuk memberikan outbound bagi peserta calon Kader Anti Narkoba Kabupaten Batang di kalangan instansi pemerintah dan swasta. Sebelumnya, kami memang memberikan outbound juga bagi calon kader anti narkoba untuk kalangan pelajar selama dua gelombang. Namun, yang akan saya ceritakan disini adalah pengalaman kami ketika memberikan outbound bagi kalangan instansi pemerintah dan swasta.

Kegiatannya memang tidak sesukses dua gelombang sebelumnya (kalangan pelajar-red), namun di situlah kami mendapatkan banyak pelajaran yang akan saya bagikan disini.

Tidak mudah memang untuk kami yang masih berusia muda memberikan outbound bagi peserta yang berusia lebih tua daripada kami. Perkataan “Wah, dikerjain anak kecil nih” dengan nada menyindir, sudah tidak asing lagi bagi kami. Disepelekan dan diremehkan bukan menjadi batu sandungan ato menyiutkan nyali kami, namun menjadi spirit bagi kami untuk dapat menampilkan yang terbaik dari kami.

Dari pengalaman kemarin, ada beberapa tips bagaimana cara untuk menghadapi orang-orang yang lebih tua/senior dari kita dalam memberikan training maupun outbound :

1.Β  Bangun rasa percaya diri yang kuat.

Terkadang, kita merasa minder menghadapi peserta yang lebih senior daripada kita. Kita menjadi kurang percaya diri dan merasa takut untuk melakukan kesalahan. Sebenarnya, pembawaan diri kita dapat ‘dibaca’ dan dirasakan oleh orang lain yang berhadapan dengan kita, gesture atau bahasa tubuh kita menggambarkan apa yang kita rasakan. Bila kita sudah merasatidak percaya diri, peserta akan merasakan itu dan akan menekan kita. Kita bisa menanamkan mind set bahwa kita lah yang paling mengerti materi/ permainan tersebut, bukan peserta. Sehingga peserta yang harus mengikuti aturan main kita, bukan sebaliknya.

 

2. Buatlah opening yang memukau

Opening dalam sebuah training akan menentukan jalannya training setelahnya. Bila opening tidak dapat menarik minat dan antusias peserta, maka akan menjadi sulit bagi trainer untuk membuat peserta terkesan dan fokus pada jalannya training selanjutnya. Opening yang mantap akan dapat menarik perhatian seluruh peserta dan dapat membangun ‘trust‘ peserta kepada trainer. Opening dalam sebuah training diharapkan dapat membuka bawah sadar peserta sehingga informasi/ materi yang diberikan dapat terserap dengan baik dan tujuan training dapat tercapai. Ice breaking ringan yang membangun suasana kebersamaan baik antara trainer dan peserta maupun antar peserta dapat dikemas menjadi sebuah opening yang memukau.

 

3. Bangun hubungan interpersonal.

Mengetahui satu per satu nama peserta akan membuat peserta tersebut merasa dihargai dan akan memberikan timbal balik kepada kita. Bila kita dihargai oleh peserta, maka akan menimbulkan kesan yang baik dan lebih mudah bagi kita untuk mengendalikan peserta. Selain hal itu, dengan mengetahui nama peserta akan membuat hubungan yang lebih intim antara trainer/ fasilitator dengan peserta. Adanya hubungan yang baik tersebut akan membuat training/ outbound berjalan dengan lancar.

 

4. Berikan peraturan yang tegas.

Tegakkan peraturan yang telah dibuat. Sebagai trainer, kita memiliki kuasa penuh atas peraturan yang kita berikan. Bila kita tidak tegas dengan peraturan yang telah dibuat oleh kita sendiri, maka akan membuat peserta meremehkan kita. Ketidaktegasan peraturan akan membuat peserta seenaknya sendiri dan akan banyak bernegosiasi terhadap peraturan. Waktu kita akan habis untuk menghadapi negosiasi-negosiasi yang dilakukan peserta, bukan fokus terhadap jalannya outbound/ training yang ada. Sebaliknya, bila kita konsisten dengan peraturan yang telah kita buat, maka peserta akan sangat menghormati peraturan tersebut dan dapat menerima kita dengan baik. Jalannya training akan lebih mudah dikondisikan.

 

4. Be Professional

Jadilah trainer yang professional. Junjung tinggi kejujuran. Sampaikan dengan jujur bila kita tidak mengetahui suatu hal yang ditanyakan peserta atau informasi-informasi lain terkait materi/ permainan yang diberikan. Akui kesalahan kita bila kita memang melakukan kesalahan. Permohonan maaf tidak akan merendahkan derajat kita dihadapan peserta asal tau bagaimana cara menyampaikannya. Berikan penghargaan kepada peserta. Penghargaan bisa disampaikan dengan cara mengucapkan terima kasih, memberikan tepuk tangan, dan lain sebagainya.

Nah, demikian tips singkat mengenai pengalaman saya beberapa waktu yang lalu. Semoga bermanfaat untuk pembaca yang terjun di dunia publik.

Manusia merupakan sumber ilmu, darinya kita dapat belajar banyak hal yang dapat memperkaya wawasan kita.

 

 

Loving and Sharing Each Others..πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Akademi Berbagi Pekalongan

BERBAGI BIKIN HAPPY

Jari Manis Indonesia

Aktivasi kekuatan Pikiran

Agustino Pratama

"Berbagi Ceritai"

Srijoko's Blog

belajar, berjuang, dan berkarya

stepenautis

All about the Life of Stepen

Sunrice Psikologi Unika

Be The Best in Everything!

katharinaedwina

"Liking everything of Challenging"

Recycle Bin

Ada cerita di setiap tarikan napas

Retta berkata...

bercerita dan mengomentari dunia

Caraka

Menyampaikan apa yang ingin disampaikan

%d bloggers like this: