Peran Trainer

Dalam sebuah training, seorang trainer adalah pemimpin. Trainer bertugas mengarahkan peserta training untuk mencapai sebuah tujuan atau goal tertentu. Trainer yang mengendalikan jalannya training, mulai dari mengendalikan waktu training, metode training, serta mengendalikan peserta training agar dapat bersinergi menciptakan training yang kondusif. Seorang trainer memiliki tanggung jawab penuh dalam training, bertanggung jawab menyampaikan materi training dan memastikan peserta training menangkap dengan baik apa yang disampaikan oleh trainer.

Trainer memiliki peran yang besar dalam sebuah training. Apa saja peran seorang trainer dalam training?

1. Mengatur agenda dan menjaga waktu

Seorang trainer berperan untuk membuat agenda training, mulai dari materi untuk tiap sesinya, games/ ice breaking, serta istirahat untuk peserta training. Seimbangkan dan variasikanlah metode dalam training : ceramah, diskusi, simulasi, dan lain sebagainya. Trainer juga berperan untuk menjaga waktu agar tidak terlalu banyak undertime atau overtime. Pastikan segala sesuatunya berjalan tepat waktu dan sesuai rencana.

2. Menjaga tujuan pelatihan

Trainer berperan untuk menjaga tujuan pelatihan agar peserta tidak melenceng dari tujuan pelatihan, baik pada saat diskusi atau pun mengajukan pertanyaan kepada trainer. Trainer diharapkan dapat membawa/ mengarahkan peserta agar tujuan pelatihan dapat tercapai. Jagalah training dari gangguan internal maupun eksternal. Batasi peserta yang terlalu banyak/ lama berpendapat dan melenceng dari topik materi. Trainer dapat memberikan intervensi bila diskusi dalam training melenceng dari topik. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai trainer “terjerumus” dalam alur peserta. Trainer dapat membatasi diskusi, tetapi diharapkan trainer dapat menyelesaikannya saat break agar peserta merasa terfasilitasi dalam training tersebut.

3. Melindungi hak semua peserta

Trainer harus memperlakukan semua peserta setara dalam hal perhatian, kesempatan berpendapat/ bertanya, praktek, dan lain sebagainya. Bila ada peserta yang disisihkan dalam kelompok, trainer harus memberikan intervensi. Jangan sampai terdapat dominasi salah satu peserta atau dominasi peserta kepada peserta lain. Berikan kesempatan kepada peserta lain yang jarang memberikan pendapat atau emngajukan pertanyaan.

4. Mendengarkan

Trainer halus selalu siap untuk mendengarkan. Bila ada peserta yang mengajukan pertanyaan atau pendapat, hindari instrupsi/ memotong pertanyaan kecuali hal tersebut melenceng dari topik. Lakukanlah konfirmasi setelah pertanyaan diajukan dan pastikan jawaban trainer tertangkap dengan baik oleh peserta. Bila peserta mengajukan pendapat, trainer juga harus memberikan konfirmasi/ penegasan terhadap pendapat tersebut. Hal tersebut menandakan bahwa trainer memberikan atensi terhadap pendapat tersebut.

5. Meringkas materi

Bila terdapat materi yang banyak dan sulit dikuasai oleh peserta, ringkaslah materi di tengah dan di akhir. Hal tersebut dilakukan agar peserta dapat memahami materi dengan baik. Trainer juga harus dapat menunjukkan hubungan antar materi. Tunjukkan pula progres yang dialami peserta sebagai penguat positif peserta dalam training.

6. Reviewing/ Meninjau ulang

Trainer diharapkan dapat melihat aspek-aspek materi sebelumnya dan lebih dalam. Dalam hal ini, trainer meninjau kembali materi sebelumnya dan menyiapkan peserta untuk masuk ke materi berikutnya. Bisa dilakukan dengan kuis atau tes kecil atau membuat pertanyaan yang mengundang peserta untuk menjawab.

7. Menjaga fokus peserta

Trainer harus menjaga mental dan fisik yang prima. Kondisi trainer berpengaruh kepada minat/ atensi peserta dalam training. Bila trainer memberikan antusiasme yang baik, maka peserta dalam fokus terhadap materi yang ada. Jika peserta terlihat lelah, trainer harus inisiatif untuk melakukan break atau games kecil untuk membangkitkan kembali semangat peserta. gunakan media visual untuk tetap menjaga fokus peserta.

8. Memegang otoritas

Trainer adalah pemegang otoritas dalam sebuah training. Kesan pertama yang diberikan peserta di awal training menentukan otoritas trainer. Buatlah opening yang mantap dan meyakinkan. Tantangan berasal dari keraguan dan ketidaksetujuan peserta pada trainer. Peserta ingin diakui statusnya, merasa lebih senior & ahli à “deal with the problem”. Jangan menyerang peserta. Tetaplah tersenyum, warmly, berjalan ke arah peserta tersebut jangan hanya berdiri di belakang meja.

9. Terlibat dengan anggota yang pasif

Ada dua penyebab peserta pasif : malu/ takut untuk berpendapat atau memang resisten/ tidak sepakat dgn materi training. Bila peserta malu/ takut, doronglah peserta untuk terlibat secara aktif. Hargai pendapat atau pertanyaannya dengan memuji peserta tersebut. bila peserta tidak sepakat dengan materi training, asertif merupakan salah satu cara yang terbaik. Namun, ajaklah peserta tersebut saat break.

10. Menyediakan modus operandi

Modus operandi di sini bukan berarti modus atau trik untuk “mencurangi/ mengelabuhi” peserta. Peserta berharap berada “di tangan” yang tepat saat mengikuti training. Oleh karena itu, trainer harus mempersiapkan segala sesuatunya bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya bila di luar terjadi hujan, listrik mati, laptop tidak dapat dioperasikan, dan lain sebagainya. Trainer harus mempersiapkan plan B dan cara-cara khusus untuk dapat mengatasi hal tersebut. Satu hal lagi yang harus diperhatikan, jangan terlalu banyak meminta maaf karena hal tersebut akan mengurangi kepercayaan peserta terhadap trainer, lihatlah penyiar berita langsung di TV.

Nah, demikianlah peran seorang trainer dalam sebuah training. Tulisan ini diambil dari materi kuliah Pengembangan Kompetensi Trainer oleh Pak Ferdinandus Hindiarto.

 

Sumber : Noe, M.A. 2005. Employee Training and Development. New York : Mc. Grae Hill

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Akademi Berbagi Pekalongan

BERBAGI BIKIN HAPPY

Jari Manis Indonesia

Aktivasi kekuatan Pikiran

Agustino Pratama

"Berbagi Ceritai"

Srijoko's Blog

belajar, berjuang, dan berkarya

stepenautis

All about the Life of Stepen

Sunrice Psikologi Unika

Be The Best in Everything!

katharinaedwina

"Liking everything of Challenging"

Recycle Bin

Ada cerita di setiap tarikan napas

Retta berkata...

bercerita dan mengomentari dunia

Caraka

Menyampaikan apa yang ingin disampaikan

%d bloggers like this: