Bunuh Diri, Tepatkah?

Baru-baru ini terjadi kejadian yang cukup menghebohkan lingkungan tempat tinggalku. Ada tetangga perumahan yang nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Perempuan itu nekat bunuh diri dengan menggantungkan dirinya di dapur rumahnya. Ya, seorang perempuan yang telah memiliki suami dan tiga orang anak.

Sebuah hal tabu di lingkungan tempat tinggalku bila ada seseorang yang meninggal karena bunuh diri. Tempat tinggalku di sebuah kota kecil, bertetangga dengan kota Pekalongan, kota santri. Bisa dibayangkan bagaimana kira-kira lingkungan tempat tinggalku, saat maghrib saja jalanan dipastikan sepi karena orang-orang akan berdiam di rumah atau pergi ke Masjid untuk menunaikan sholat maghrib berjamaah. Berbeda dengan kota besar yang lebih multikultur, hampir 24 jam aktivitas tidak pernah berhenti, bahkan saat pagi buta pun masih banyak anak-anak muda yang berkumpul meramaikan suatu tempat.

Kembali ke topik awal, seorang wanita yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Jelas-jelas bunuh diri adalah hal yang dilarang oleh agama Islam, agama yang dianutnya. Lalu, mengapa wanita itu nekat mengakhiri hidupnya? Di saat banyak orang yang masih ingin menikmati hidupnya, bahkan tidak sedikit juga orang yang takut menghadapi maut. Orang sampai mengubah hidupnya untuk insyaf mendekatkan diri kepada Tuhannya saat mengalami kejadian yang hampir mendekatkannya pada kematian. Banyak orang yang merasa belum siap untuk menghadapi kematian. Berbagai cara dilakukan orang sakit untuk dapat sembuh karena masih ingin hidup di dunia.

Wanita yang nekat mengakhiri hidupnya ini dikabarkan karena memiliki banyak sekali hutang. Suaminya jarang pulang ke rumah dan menafkahinya. Ya, banyak kasus-kasus serupa di Indonesia, bahkan yang lebih ironis, ada seorang siswa SMP yang bunuh diri karena belum membayar uang sekolah. Penyebab bunuh diri merupakan interaksi kompleks antara faktor biologik, psikologis, sosial, budaya, dan lingkungan. Mungkin banyak orang yang memiliki masalah serupa atau bahkan lebih parah, namun mereka memilih untuk tetap bertahan dalam hidupnya. Bunuh diri bisa jadi disebabkan karena adanya kecemasan dan ketakutan berlebihan hingga membuat depresi dan tidak memiliki harapan untuk masa depannya lagi. Ketakutan akan masa depan membuat orang nekat mengakhiri hidupnya.

Bunuh diri merupakan masalah mental. Mental yang terkikis membuat seeorang tidak akan berpikir panjang mengenai dampak yang akan ditinggalkan setelah itu. Mental positif secara perlahan melemah dan memperkuat keinginan untuk bunuh diri. Mereka berpikir tidak ada harapan untuk menatap masa depan, bahkan merasa bahwa hidup ini tidak ada artinya lagi. Terkadang orang yang memutuskan untuk bunuh diri tidak benar-benar ingin bunuh diri, mereka hanya ingin menyelesaikan masalah hidupnya saat itu. Hanya sesaat.

Jadi, kita sebagai generasi muda mikir panjang dulu deh kalau ingin berbuat sesuatu. Hidup ini sayang untuk diakhiri dengan cara bunuh diri. Tuhan telah merancang hidup kita dengan sangat indah, tinggal bagaimana kita mencari dan mengikuti rancangan-Nya. Optimislah menghadapi masa depan. Milikilah mimpi agar dapat menggerakkan hidup kita ke arah positif. Jangan mudah menyerah terhadap masalah yang kita hadapi, bisa jadi banyak orang yang memiliki masalah seperti kita bahkan jauh lebih parah. Bersyukur dan berserah kepada-Nya adalah cara mujarab untuk dapat terus berpikir positif. Jadilah manusia yang bermanfaat terhadap sesama, karena hal tersebut akan membuat hidup kita lebih berarti.

 

Loving and Sharing Each Others

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Akademi Berbagi Pekalongan

BERBAGI BIKIN HAPPY

Jari Manis Indonesia

Aktivasi kekuatan Pikiran

Agustino Pratama

"Berbagi Ceritai"

Srijoko's Blog

belajar, berjuang, dan berkarya

stepenautis

All about the Life of Stepen

Sunrice Psikologi Unika

Be The Best in Everything!

katharinaedwina

"Liking everything of Challenging"

Recycle Bin

Ada cerita di setiap tarikan napas

Retta berkata...

bercerita dan mengomentari dunia

Caraka

Menyampaikan apa yang ingin disampaikan

%d bloggers like this: