Akhirnya Ku menemukanKu…

Tahun 2012 diisukan sebagai tahun terjadinya kiamat. Ya, aku rasa memang ada benarnya. Tahun ini menjadi tahun kiamat kecil bagiku, dimana aku telah kehilangan dua orang yang sangat..sangat aku sayangi. Tepat pada tanggal 11 Januari 2012 aku kehilangan Papa yang sangat aku sayangi. Mendadak! Sangat sangat mendadak. Tidak ada gejala sakit apapun menjelang meninggalnya Papa. Papa yang memiliki semangat hidup yang tinggi selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengobati penyakit darah tingginya. Bila ada keluhan sedikit, Papa selalu mengutarakannya dan meracik obatnya sendiri, entah itu merebus daun salam, membuat jus mengkudu, apa pun itu akan Papa lakukan tanpa merepotkan orang lain. Satu sampai duan bulan terakhir sebelum meninggalnya Papa, tidak ada gejala darah tinggi sedikit pun, Papa hidup layaknya orang normal yang tidak memiliki sakit apapun. Papa melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Pada tanggal 10 Januari 2012 malam, aku yang masih di Semarang tiba-tiba mendapat kabar kalau Papa masuk RS, dan dari sekian kali Papa masuk RS, baru kali ini perasaanku tidak karuan. Tanggal 11 Januari Papa meninggalkan kami semua tanpa kami bisa menyiapkan apa pun. Tak ada yang kami siapkan secara mental, semuanya terjadi dalam hitungan jam. Ah, rasanya tidak kuat untuk membayangkan lagi serentetan kejadian itu. Namun, itu semua belum usai. Belum sampai 40 hari meninggalnya Papa, 26 hari kemudian Mbah Kakung ku juga meninggalkan kami semua. Memang Mbah Kakung memang sudah sepuh, tapi belum trima rasanya kalau Mbah harus meninggalkan kami di saat luka kami belum sembuh. Aku sangat khawatir pada mama. Bagaimana hancurnya hati mama ditinggal dua orang yang sudah sangat menjadi bagian dari hidup mama.

Ya, aku pun kehilangan hidupku seketika. Situasi memaksaku untuk menjadi kuat di saat musibah ini menimpaku. Aku tidak boleh menangis untuk menguatkan Mama, aku tidak boleh lemah di hadapan Mama. Namun, aku rapuh. Tak bisa sedikitpun membayangkan bagaimana kehidupanku kelak. Akan seperti apa aku kelak. Segala mimpi yang telah ku bangun seketika itu pula hancur! Ibarat pasir pantai yang ku coba bangun tinggi dan kuat, kini hancur terhempas ombak besar.

Aku tipikal orang yang penuh perencanaan. Segala hal harus ku rencanakan dengan baik, matang, dan detail. Tidak bisa berencana membuatku seperti mayat hidup, amat menyiksa. Dan sejak saat itu, aku seperti mayatย  hidup. Aku sadar, aku tak bisa melakukan apa pun, aku hanya bisa mengikuti arus kemana situasi ini akan membawaku. Ya, aku benar-benar berjalan mengikuti arus, tak ada rencana, tak ada mimpi.

Satu yang masih ku pegang teguh saat itu, aku harus segera menyelesaikan skripsiku. Aku harus menyelesaikannya sesegera mungkin walau dalam kondisi tertatih. Sedikit demi sedikit aku mulai mengumpulkan puing-puing semangatku. aku mulai membangun kembali mimpi-mimpiku. Banyak angan dan cita-cita yang harus ku bangun dari awal. Aku kembali berproses dalam Sunrice untuk dapat menemukan diriku, keluarga kecil ini membangkitkanku. Sampai pada akhirnya, AKU MENEMUKAN DIRIKU KEMBALI.

Entah kapan tepatnya, tapi sekarang aku merasa aku menemukan diriku kembali. Aku memutar balik segala rencana untuk meraih tujuan yang sama. Aku mengubur rencanaku untuk berpetualang bekerja di luar kota, namun tujuan hidupku tetaplah sama. Mendirikan biro konsultan outbound dan training, menjadi psikolog, dan yang pasti membahagiakan keluargaku. Dan aku memilih untuk membangun itu semua di sini, di kota kecil ini. Aku akan merintis itu semua di sini. Aku akan menjadi besar di kota kecil ini. Semangatku mulai bangkit, optimismeku membara. Aku telah siap untuk berlari mengejar mimpiku kembali. Aku siap menerima segala kejutan besar yang telah Tuhan siapkan untukku.

 

Tidak akan disebut nahkoda yang besar bila ia tidak bisa melewati badai yang besar dan menaklukannya.

 

Loving and Sharing Each Others

 

2 responses

  1. just two words buat mbak Sintha ” HEBAT & SALUT!”

    1. Ayooo….kamu juga yang semangat yaa…..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Akademi Berbagi Pekalongan

BERBAGI BIKIN HAPPY

Jari Manis Indonesia

Aktivasi kekuatan Pikiran

Agustino Pratama

"Berbagi Ceritai"

Srijoko's Blog

belajar, berjuang, dan berkarya

stepenautis

All about the Life of Stepen

Sunrice Psikologi Unika

Be The Best in Everything!

katharinaedwina

"Liking everything of Challenging"

Recycle Bin

Ada cerita di setiap tarikan napas

Retta berkata...

bercerita dan mengomentari dunia

Caraka

Menyampaikan apa yang ingin disampaikan

%d bloggers like this: