Sunrice

Sunrice adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang. Saat ikut PTMB (Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru) sebagai mahasiswa baru di fakultas Psikologi UNIKA ada perkenalan beberapa UKM dan club Psikologi, langsunglah hati ini menancapkan panah cupidnya pada Sunrice saat anggota Sunrice melakukan perkenalan dengan ice breaking uniknya. Yup, tahun 2009 aku bergabung di UKM ini setelah mengikuti seleksi yang berbeda dari seleksi-seleksi UKM lainnya. Organisasi pertama yang mau menampungku dengan segala kekuranganku dan dengan rendah hati serta kesabarannya membimbingku menjadi seseorang seperti sekarang ini.

Ngomong-ngomong apa sih Sunrice itu? Sunrice itu merupakan kata holistik yang gak bisa dipisahin satu-satu (sun = matahari, rice = beras), jadi bukan beras matahari atau matahari beras. Hehehe…. Sunrice merupakan kepanjangan dari Student Training Centre. Organisai yang bergerak dalam bidang training dan outbound. Ini dia lambangnya :

Sunrice (Student Training Centre)

Matahari dan kupu-kupu. Matahari berarti sumber ilmu. Sunrice diharapkan dapat menjadi sumber ilmu bagi anggotanya dan dapat memberi sinarnya kepada orang-orang di sekitar, baik kepada anggota-anggotanya maupun kepada orang-orang luar yang berada di luar Sunrice. Orang di luar Sunrice yang dimaksud di sini adalah klien Sunrice, mahasiswa fakultas Psikologi itu sendiri, serta masyarakat sekitar. Kupu-kupu berarti metamorfosa. Sunrice diharapkan terus bermetamorfosis untuk menjadi lebih baik. Tidak cepat puas belajar dan berani mencoba sesuatu hal yang baru merupakan nilai inti yang diajarkan oleh Sunrice. Tidak ada anggota yang mengeluh “tidak bisa” sebelum mencoba. Karena kita harus selalu belajar!

Tiga setengah tahun aku menjadi bagian dari keluarga Sunrice. Tiga setengah tahun berproses bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal yang telah ku dapatkan, ilmu training dan outbound, ilmu organisasi, nilai-nilai hidup hingga passionku aku temukan disini. Sunrice mengajariku banyak hal, mengajariku arti sebuah keluarga, menjadikanku orang yang besar, orang yang kuat dan kreatif. Dua tahun di programming membuatku kreatif untuk terus menciptakan inovasi baru dalam hal konsep training dan outbound. Selain programming, aku juga pernah menjabat sebagai marketing Sunrice.

Ada sebuah tradisi yang unik di Sunrice, aku rasa budaya ini jarang dimiliki oleh organisasi lain. Setiap enam bulan sekali Sunrice rutin mengadakan Performance Appraisal (PA) untuk menilai kinerja anggotanya. Di PA ini anggota Sunrice benar-benar dikupas tuntas mengenai kinerjanya selama enam bulan, mulai dari kekurangan, kelebihan, kritik, dan saran. Memang mudah mengatakan kepada semua orang “saya termasuk orang yang mau menerima kritik dari orang lain” tapi sedikit orang yang dapat membuktikan ucapannya. Kebanyakan dari mereka tidak kuat terhadap kritik tersebut. Mereka menjadi kecil hati dan rendah diri. Di Sunrice setiap orang dilatih untuk menjadi kuat terhadap segala kritik dan saran yang diberikan oleh rekan yang lain. Tidak ada marah dan tidak ada dendam. Semua itu dimaksud untuk pengembangan diri agar terus menjadi lebih baik.

Sunrice memiliki motto yang juga ku jadikan motto dalam hidupku, yaitu “Be the Best in Everything”. Menjadi yang terbaik dalam segala hal. Menjadi yang terbaik tentunya harus melakukan yang terbaik pula. TOTALITAS! Tidak peduli berapa upah yang akan kita terima saat kita mengisi outbound/ training namun kita harus peduli seberapa banyak kita belajar dari proses itu. Melayani dan proses belajar merupakan nilai yang harus selalu kita junjung tinggi. Setiap anggota harus meng-eksplore segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat menjadi terbaik di segala hal. Tidak boleh hanya stag di suatu tempat/ situasi.

Belajar, belajar, dan terus belajar! Sampai pada akhirnya masing-masing dari kita dapat memberikan dampak bagi lingkungan di sekitar kita. Menjadi pribadi yang berkualitas.🙂

3 responses

  1. Banyak cerita yang Mbak Sintha tulis sudah tentang SUNRICE, sedangkan aku baru saja lahir di SUNRICE. semoga menjadi penerus yang layak juga di PA mendapat kritik yang membangun dan semakin mebentuk diri. Sebetulnya mau bilang , ‘ boleh meninggalkan Fakultas Psikologi UNIKA tapi belum saatnya meninggalkan SUNRICE” hahahaha

    1. Iyaa…. Jangan cepat puas blajar yaa…. Jaga trus smangatnya…
      Buat meraih smangat tu gampang,tapi jaganya yg susah..hehe…
      So pasti… Batang-Semarang cuma 2 jam doank kok dek…wekekeke….

  2. waaaah.. betul betul betull ga gampang jaga semangat !!! ohiya toh cuma 2 jam wkwk. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Akademi Berbagi Pekalongan

BERBAGI BIKIN HAPPY

Jari Manis Indonesia

Aktivasi kekuatan Pikiran

Agustino Pratama

"Berbagi Ceritai"

Srijoko's Blog

belajar, berjuang, dan berkarya

stepenautis

All about the Life of Stepen

Sunrice Psikologi Unika

Be The Best in Everything!

katharinaedwina

"Liking everything of Challenging"

Recycle Bin

Ada cerita di setiap tarikan napas

Retta berkata...

bercerita dan mengomentari dunia

Caraka

Menyampaikan apa yang ingin disampaikan

%d bloggers like this: